Tampilkan postingan dengan label Pesawat Angkut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawat Angkut. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2016

Vietnam Minat Beli CN-295 dari Indonesia

03 Juni 2016

Vietnam telah mempunyai 3 pesawat C-295M hasil pembelian langsung ke Airbus Military, Spanyol (photo : Long Ethan)

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa Vietnam berminat membeli pesawat jenis CN-295 yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia. Ini adalah pesawat terbang militer yang bisa dijadikan pesawat terbang komuter sipil terbaru yang ada dalam daftar inventori PT Dirgantara Indonesia. 

TNI AU telah memiliki sebarisan CN-295 (C-295 menurut nomenklatur yang diberikan Airbus Military sebagai perusahaan pembuat asal/pemegang lisensi), yang dimasukkan ke dalam Skuadron Udara 2, yang ditempatkan di Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma, Jakarta. 

Pesawat terbang turboprop yang lisensi produksinya dipegang Airbus Military ini bisa dikatakan sekelas dengan A-27 Spartan buatan Alenia, Italia). 

"Tadi kami melanjutkan pembicaraan rencana pembelian CN-295," ujar Kalla, seusai bertemu bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Vietnam, Trinh Dinh Dung, di sela World Economic Forum on ASEAN 2016, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis.

Namun Kalla tidak menjelaskan secara teknis tentang rencana pembelian pesawat tersebut, termasuk mengenai jumlah unit. Selama ini TNI AU dan TNI AL memesan sejumlah CN-235 dari PT Dirgantara Indonesia; salah satunya seturut kontrak pembelian yang ditandatangan pada penghujung dasawarsa '90-an. 

Negara-negara yang telah memesan CN-235 di antaranya Korea Selatan dan Brunei Darussalam.  

Perdagangan beras dari Vietnam ke Indonesia juga dibicarakan dalam pertemuan tersebut. 

Dalam pertemuan tersebut, Kalla juga menyampaikan pandangan Indonesia yang sama dengan Vietnam dalam sengketa wilayah perairan Laut China Selatan.

Walau pernah beberapa kali terjadi gesekan di laut antara Indonesia dan China di perairan kedaulatan Indonesia di Laut Natuna, Indonesia tidak termasuk negara yang mengklaim wilayah perairan yang disengketakan Vietnam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan China itu. 

Sementara itu, seusai mengikuti WEF on ASEAN di Kuala Lumpur pada 1-2 Juni 2016, Wapres dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla beserta rpmbongan langsung bertolak menuju Tanah Air.

Sebelum melakukan pertemuan bilateral dengan Trinh, Kalla bertemu dengan petinggi Amnesty International.

(Antara)

Third A400M Arrived in Subang



M54-03 prepared to landing at Subang airport. (photo : Malaysian Defence)

SHAH ALAM: RMAF’s third A400M air-lifter arrived at the Subang airbase last Monday – four days after it was officially delivered to the service. The A400M – tail number M54-03 – flew some 9,100 km to get to Subang from the Airbus D&S A400M Final Assembly Line in Seville, Spain.

The ferry flight from Seville, took two days with one stop-over at the Al Bateen executive airport in Abu Dhabi. Both the previous deliveries, took the same route and stop-overs.

Unlike the arrival of 02 late last year, 03’s arrival today was rather subdued. There was no fly past over Subang and there was no escorts.

An official welcoming ceremony for the aircraft is only expected after Ramadan. It will be a good excuse to hold a Raya open house at 22nd Squadron spanking new hangar.

The prompt arrival of the RMAF third aircraft must be a welcome relief to Airbus D&S which have come under pressure due to delivery delay caused by engine and air-frame issues.

Mean-while, a PDRM Super King Air 350 fitted with the ISR fit also made a landing at the runway after what appears to be a test flight following maintenance.

(Malaysian Defence)

Pesawat NC212i Akhirnya 100% Diproduksi di Bandung

15 Juni 2016

Pesawat NC212i (photos : PTDI)

Jakarta -Pesawat NC212i telah sepenuhnya dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI). Artinya PTDI adalah satu-satunya industri pesawat terbang di dunia yang memproduksi pesawat baling-baling itu. 

Seluruh proses pembuatan pesawat tersebut telah dilakukan di Bandung pada kawasan produksi PTDI karena Airbus Defence and Space telah menyerahkan sepenuhnya fasilitas produksi ke PTDI mulai dari jig dan tools hingga pergudangannya (Slow Mover Material) yang semula berada di Spanyol telah dikirimkan seluruhnya ke PTDI.

"Apabila Airbus Defence and Space mendapatkan pesanan NC212i, pembuatan pesawat tersebut sepenuhnya akan tetap dikerjakan PTDI di Bandung. Airbus Defence and Space telah memberikan kepercayaan kepada PTDI karena mereka akan lebih fokus mengembangkan pesawat besar, oleh karenanya Final Assembly Line khusus NC212i telah disiapkan di fasilitas PTDI sejak bulan Oktober tahun 2011 silam," tulis keterangan tertulis PTDI, Rabu (15/6/2016).

Pesawat NC212i adalah pesawat multiguna generasi terbaru dari NC212 dengan daya angkut 28 penumpang, memiliki ramp door, kabin yang luas di kelasnya, sistem navigasi dan komunikasi yang lebih modern, biaya operasi yang lebih rendah namun tetap kompetitif di pasar pesawat kecil. 


Pesawat NC212i dapat juga digunakan sebagai pembuat hujan, patroli maritim dan penjaga pantai. Pesawat generasi sebelumnya C212 berbagai seri telah digunakan lebih dari 600 unit oleh 38 negara di antaranya yaitu Thailand, Filipina, Afrika Selatan, Spanyol, Uni Emirat Arab, Cile dan Meksiko.

PTDI saat ini juga sedang membuat pesawat NC212i sebanyak 2 unit pesanan dari Filipina dan 3 unit pesanan dari Vietnam yang seluruh proses pembuatan struktur pesawat mulai dari Fuselage, Center Wing, Outer Wing, Outer Flap, Inner Flap, Aileron, Vertical Stabilizer, Rudder, Horizontal Stabilizer, Elevator serta semua Door mulai Pilot Door, Passenger Door, Ramp Door, Forward Door dan Emergency Door itu dikerjakan seluruhnya di PTDI yang akan mendapatkan sertifikasi EASA ditargetkan akhir tahun 2016 atau awal tahun 2017. 

"Hal ini menjadi keuntungan bagi PTDI karena peluang pasar NC212i masih menjanjikan serta untuk layanan purnajual pasti dilakukan di PTDI," tambahnya. 

Perbedaan konfigurasi antara NC212-400 dan NC212i ada pada Avionic, di mana NC212i telah menggunakan Digital Avionic dan telah dilengkapi Autopilot sehingga memudahkan pilot melakukan konfigurasi terbang sedangkan perbedaan dengan NC212-200 terletak pada Avionic Rack yang semula diletakkan di dalam pesawat, pesawat NC212i Avionic Rack diletakkan di bagian depan moncong pesawat sehingga dapat menambah jumlah penumpang, perbedaan lainnya pesawat NC212i menggunakan winglet untuk mengurangi hambatan udara di sekitar ujung sayap dan menggunakan kaca kotak untuk menambah kenyamanan penumpang melihat keluar pesawat.

(Detik)

PT DI Targetkan Enam Pesawat NC212i Setiap Tahunnya

16 Juni 2016

Pesawat NC212i (photo : PTDI)

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menargetkan membangun enam pesawat NC212i setiap tahunnya.

Hal itu dikatakan Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, seperti dalam rilis yang diterima, Rabu (15/6/2016).

"Untuk pemasaran sendiri, negara-negara di wilayah Asia Pasifik akan dilakukan PT DI, sedangkan negara di luar itu dilakukan Airbus Defence and Space," kata Budi.

Siapapun yang melakukan pemasaran pesawat NC212i tersebut, kata Budi, Indonesia tetap diuntungkan lantaran seluruh proses pembuatan pesawat tersebut dikerjakan PTDI di Bandung.
Selain itu, hal tersebut tentunya dapat menciptakan lapangan kerja yang besar.

"Di masa depan pesawat NC212i merupakan pesawat yang kompetitif dan menjanjikan di banyak negara di dunia," ujar Budi.

Kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia PT DI dan Airbus Defence and Space dimulai sejak tahun 1976.

Sejak saat itu PT DI telah memproduksi ratusan pesawat atas lisensi dari Airbus Defence and Space.
Satu di antaranya Cassa 212 yang kemudian untuk yang diproduksi PTDI diubah namanya menjadi NC212.

Kerja sama PT DI dan Airbus Defence and Space terus mengalami penguatan.

PT DI dan Airbus Defence and Space telah menandatangani Kerjasama di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta pada 2012.

Kesepakatan kerjasama itu untuk memperkuat kerjasama strategis dalam pembuatan pesawat NC212i.

"Kerja sama itu merupakan peningkatan status kerjasama dengan mitra lama PT DI di Eropa. Selain itu, kerjasama tersebut juga memperkuat posisi PT DI sebagai Industri pesawat terbang terdepan di wilayah Asia Pasifik," ujar Budi.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT DI menjadi satu-satunya industri pesawat terbang di dunia yang memproduksi pesawat NC212i.

Seluruh proses pembuatan pesawat tersebut telah dilakukan di Bandung pada kawasan produksi PTDI setelah Airbus Defence and Space menyerahkan sepenuhnya fasilitas produksi.

"Penyerahan fasilitas produksi itu mulai dari jig dan tools hingga pergudangannya (Slow Mover Material) yang semula berada di Spanyol telah dikirimkan seluruhnya ke PTDI," Simet Kaban, Program Manager NC212 PT DI, melalui rilis yang diterima Tribun, Rabu (15/6/2016).

Apabila Airbus Defence and Space mendapatkan pesanan NC212i, kata Simet, pembuatan pesawat tersebut sepenuhnya akan tetap dikerjakan PT DI di Bandung.

Airbus Defence and Space telah memberikan kepercayaan kepada PTDI karena mereka akan lebih fokus mengembangkan pesawat besar.

"Oleh karenanya Final Assembly Line khusus NC212i telah disiapkan di fasilitas PTDI sejak bulan Oktober tahun 2011 silam," kata Simet.

(TribunNews)