Minggu, 26 Juni 2016

Harga Properti di Cikarang Diramal Naik 25 Persen/Tahun


(Foto: Rumah.com)


Sebagai daerah dengan pertumbuhan permintaan dan pembangunan infrastruktur yang tinggi, potensi kenaikan harga properti di wilayah timur Jakarta terutama di Cikarang, Bekasi, diprediksi bakal mampu menandingi kawasan pengembangan di barat Jakarta seperti Serpong.

Pengamat properti, Anton Sitorus mengungkapkan meski saat ini harga properti di Cikarang masih berada jauh di bawah Serpong, namun dalam dua tahun terakhir tren pertumbuhannya cukup kencang. Kondisi itu akan terus berlangsung dan kemungkinan akan menyamai harga properti termasuk hunian di Serpong. Setelah pasar properti mengalami recovery diperkirakan kenaikan harga properti di Cikarang bisa berkisar 15-25 persen per tahun.

“Kalau sekarang range kenaikan harganya baru sekitar 10-20 persen. Tetapi ke depan sebagai emerging market, kalau dibandingkan dengan Serpong yang sudahestablished, pertumbuhan harga di Cikarang masih berpotensi tumbuh lebih tinggi dan lebih cepat lagi. Di Serpong sekarang pertumbuhannya sudah terbatas karena memang harga propertinya telah berada di range tertinggi,” ungkap Anton kepadaLiputan6.com, Senin (27/6/2016).

Menurut Anton, saat ini harga properti hunian yang dipasarkan di Cikarang masih atraktif bermain di level di bawah Rp 2 miliar, namun sebenarnya target pasar residensial di Cikarang adalah menengah atas bahkan kelas atas (premium).

Secara karakteristik, pasar hunian di kawasan industri seperti Cikarang tidak hanya diincar pengguna (end user) yang bekerja dekat kawasan industri, namun juga disukai investor. Sebabnya tak lain karena daerah industri memiliki kelebihan dari sisi leasingmarketnya.

“Kawasan industri itu sudah ada captive marketnya, baik karyawan lokal maupun pekerja asing. Kebutuhan sewa unit hunian di kawasan lebih tinggi, demikian juga dengan pertumbuhan harga sewanya,” kata Anton yang kini menjabat Director, Head of Research & Consultancy Savills.

Pertumbuhan harga properti di Cikarang juga didukung beberapa faktor antara lain berada di kawasan industri terbesar di Indonesia dan posisinya berada di daerah penyangga Jakarta. Selain itu, kata Anton, meski didukung infrastruktur yang cukup baik, namun harga properti di Cikarang masih terjangkau.

Kawasan ini juga mengalami pertumbuhan bisnis dan penduduk yang cukup cepat sehingga berpengaruh positif terhadap kebutuhan dan daya beli masyarakat. Sekarang di Cikarang sedikitnya ada 4.000 industri yang beroperasi dengan total pekerja mencapai 700 ribu orang, di mana 10 ribu orang di antaranya
adalah pekerja asing.


Pembangunan Infrastruktur

Director of Business Development PT Mutiara Mitra Sejahtera (MMS), Robert Yapari mengungkapkan pembangunan infrastruktur yang pesat ke wilayah timur Jakarta termasuk Cikarang menjadi daya tarik investasi properti bagi developer. Selain tol, saat ini sedang dibangun jalur kereta api ringan (LRT), kereta api cepat, bandar udara hingga pelabuhan baru di wilayah timur.

"Khususnya Cikarang yang merupakan kawasan industri tersibuk di Indonesia, maka daerah ini menjadi pintu gerbang masuknya pekerja asing. Ini menjadi pemicu banyak pengembang masuk berinvestasi di Cikarang," papar dia.

Dengan adanya regulasi baru mengenai kepemilikan properti bagi orang asing, maka ke depan pasar properti sekunder di Cikarang bukan saja untuk orang lokal tetapi juga bisa untuk orang asing. Berdasarkan -, minimal harga unit apartemen yang bisa dimiliki orang asing di Bekasi dipatok minimal Rp 1 miliar.

Kawasan Cikarang juga ditopang aksesibilitas bagus. Sekarang kemacetan menjadi momok bagi mayoritas warga Jakarta. Kondisi itu memacu orang mulai berpikir tinggal di dekat tempat kerja guna menghindari kemacetan panjang di jalan tol. Ini tren pasar ke depan, sehingga pembangunan hunian di sekitar kawasan industri sekarang makin marak.

"Saya bisa bilang dulu yang tinggal di Cikarang adalah kelas menengag bawah. Tapi sekarang banyak kelompok kelas menengah bertambah, pekerja pendapatannya naik, mulai bisa beli mobil dan rumah," kata Robert.

Peluang pasar itu yang menjadi alasan MMS menghadirkan proyek apartemen Domicilio di Cikarang. Dalam waktu dekat developer ini akan meresmikan peluncuran towerpertama dari proyek Apartemen Domicilio.

Menurut Robert, penjualan tower pertama ini diharapkan sudah mencapai 75 persen sampai akhir 2016. Selanjutnya pada awal 2017 sesuai rencana akan dimulai penjualan tower kedua.

Apartemen Domicilio berlokasi di dalam superblok Cikarang Central City seluas 8,8 hektare di Jalan Cibarusah. Di kawasan terpadu itu akan terdiri dari ruko, apartemen dan hotel. Selain dekat dengan pintu tol Cikarang Barat, proyek apartemen ini pun berada dekat sejumlah pabrik besar seperti Epson, Samsung, Suzuki, Toyota, Mitsubishi, Hyundai, Omron, Scheineder, dan kawasan EJIP. 
( Liputan6.com ) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar