Minggu, 26 Juni 2016

NZD/USD Tertekan Data China Meski Neraca Perdagangan NZ Surplus

Dolar New Zeland diperdagangkan di bawah tekanan di sesi perdagangan hari Senin (27/Juni) ini di bawah tekanan lemahnya data industri China dan devaluasi Yuan di hari Senin pagi ini. PBoC mematok USD/CNY di level 6.6375 dari sebelumnya di angka 6.5776. Pair NZD/USD tak mampu melanjutkan pemulihan pasca Brexit di atas level $0.71 di sesi perdagangan Asia.





Dari New Zealand sendiri, data perdagangan negara tersebut terpantau lebih baik daripada ekspektasi. Perdagangan New Zealand dilaporkan surplus menjadi 358 juta Dolar pada bulan Mei, dari sebelumnya di angka 326 juta Dolar.

Angka tersebut lebih kuat daripada prediksi surplus 180 juta Dolar. Selain data China dan devaluasi Yuan, titik acuan perdagangan minyak juga mengalami penurunan moderat tanpa ada dukungan. NZD/USD terseret turun dari level tinggi terbarunya di posisi 0.7114 menjadi 0.7045.

Namun, posisi tersebut tak lama karena kemudian, pair NZD/USD diperdagangkan di angka 0.7067 di sesi perdagangan hari ini. Terhadap Poundsterling yang tengah didera aksi jual pasca Brexit, Dolar Kiwi membentuk level tinggi baru. Kiwi naik ke posisi 0.5272, dibandingkan level 0.5211 yang tercapai kemarin. Pada hari Jumat (24/Juni) referendum Inggris selesai dengan hasil Inggris keluar dari Uni Eropa. Suara Brexit menang tipis dari suara Bremain dengan persentase 51.9% vs 48.2%.

Dolar AS dipertimbangkan sebagai aset safe haven seperti emas saat kondisi ketidakpastian pasca Brexit seperti ini. Oleh sebab itulah, Kiwi melorot terhadap Kiwi. Yen, yang juga mata uang safe-haven yang lebih kuat ketimbang Dolar AS, juga menguat menghadapi Dolar New Zealand, dimana Kiwi jatuh ke posisi 72.105 yen.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar