Selasa, 21 Juni 2016

Yovita Lesmana, Dirikan Wadah Lapangan Kerja Untuk SDM Kurang


Foto: copyright Vemale.com

Di zaman yang serba modern ini persaingan untuk mendapatkan pekerjaan sangatlah ketat. Banyak sekali lulusan perguruan tinggi yang susah mendapatkan pekerjaan. Hal inilah yang membuat salah satu wanita sukses di bidang enterpreneur menciptakan lapangan pekerjaan.

Yovita Lesmana, perempuan kelahiran 21 Agustus 1985 ini mengaku ingin membuat anak muda Indonesia bukan menunggu pekerjaan tetapi menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Maka dari itulah ia membuat suatu wadah tempat berkumpulnya anak muda berkarya dan menghasilkan banyak uang yang tergabung dalam Majoli Family.

Berikut ini adalah wawancara Vemale dengan Yovita soal Majoli Family. Yuk intip lebih dalam Ladies.

Apa itu Majoli Family?

Majoli Family adalah online shop yang menjual pakaian. Namun Majoli Family bukan hanya sekedar online shop atau toko saja, bukan, tetapi ini wadah bagi anak muda yang benar-benar bisa berkarya. Ini sebenarnya non-profit company, jadi anak muda binaan kita arahkan dan sekolahkan, akhirnya dari situ setelah mereka bisa bikin produk itu sendiri, saya yang bikin filmnya atau buku ceritanya.

Tujuan mendirikan Majoli Family?

Empower orang untuk bisa menciptakan pekerjaan, bukan untuk menunggu pekerjaan. Saya motivator dan konsultan perusahaan.

Sudah berapa produksi yang dikerjakan anak-anak muda di dalam Majoli Family?

Total sudah menjual 14.000 pieces barang, karena kita sistemnya jemput bola dan mereka nggak boleh beli satu saja, akhirnya dari komunitas ke komunitas. Ada satu TK di daerah Kelapa Gading pakai baju Majoli, di Pluit dan Bekasi juga. Itu Puji Tuhan yang membuat kita grow. Banyak mama muda yang jadi calo menjual satu, akhirnya mami-mami itu punya penghasilan. Jadi mereka juga bisa berkarya di rumah.

Sejak kapan Yovita memulai untuk memotivasi anak muda untuk bekerja?

Usia 21 tahun saya sudah bisa menghasilkan uang, ya saya tidak mau bilang berapanya ya. Intinya ada nggak sih anak usia 21 tahun bisa menghasilkan ratusan juta nggak mungkin. Jadi saya banyak konsepkan di daerah-daerah di mana memanfaatkan sosial media, buat event yang berbeda dari kompetitor, bikin iklan yang menarik. Saya lebih ke konsultan itu, jadi saya membenahi sumber daya perusahaan.

Siapa saja yang boleh bergabung di Majoli Family?

Ada beberapa lulusan SMP, macam-macam ya. Mereka dari keluarga yang kurang, kalau sudah mapan nggak boleh gabung di kita, jadi investor saja. Ada juga beberapa anak binaan kita mantan pengguna narkoba. Saya mau didik mereka jangan kerja di kantor, karena kalau di kantor nggak lolos di kesehatan, kenapa nggak menciptakan lapangan pekerjaan, saya bantu mereka untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Siapapun saya selalu open, mereka ikut audisi dulu saya wawancara. Saya akan tanya mimpi kamu apa, ke depannya mau apa, mau saya sekolahin nggak, mau maju bersama nggak, berani kerja deadline nggak, mau nggak tidur nggak. Awalnya kita kecil-kecilan tapi ternyata ke belakang harus siapin 2000 pieces harus lembur.

Berapa banyak anak muda yang tergabung dalam Majoli Family?

Total kita ada 31 orang. Bagiannya macam-macam ada di bagian kurir, packing, desain, stock, admin dan sebagainya. Mereka merasa dihargai, kalau dulu di garmen mereka dihargain satu baju hanya Rp. 2000, di sini penghasilan makin banyak, jadi saya mau didik mereka.

Harapan ke depannya?

Makin banyak anak muda yang ada di Majoli Family, bisa mengembangkan, kasih saya ide-ide segar, ada banyak tempat-tempat yang bisa kita kembangkan. Contohnya film, ada karakter di buku cerita, ada restorannya, hotelnya. Apapun itu saya ingin menjadi Walt Disney-nya Indonesia, dengan cerita banyak anak-anak Indonesia.

Very inspiring ya Ladies. Semoga semakin banyak Yovita lain di Indonesia yang punya keinginan mulai membantu SDM yang kurang dan menciptakan lapangan pekerjaan. (Vemale.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar